skip to Main Content
Jelang Final Liga Eropa, Simeone Berharap Dapat Menghentikan Payet.

Jelang Final Liga Eropa, Simeone Berharap Dapat Menghentikan Payet.

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone tau bahwa timnya harus meredam playmaker Marseille Dimitri Payet pada pertandingan Final Liga Europa yang akan berlangsung di Stadion Groupama, Lyon pada Kamis dini hari 17 Mei 2018 WIB.

Payet merupakan salah satu pengumpan terbaik di Liga Perancis dan ia berhasil membantu timnya Marseille untuk mencapai final Liga Europa mereka yang pertama dalam 14 tahun belakangan, dengan raihan 3 gol dan 7 assist pada kompetisi tersebut. Jadi walau Simeone menggaris bawahi beberapa ancaman dari kubu Marseille, dia tentunya menganggap bahwa yang paling berbahaya adalah Payet.

“Payet akan menentukan tempo permainan sesuai dengan bagaimana dia melihat situasi yang terjadi pada pertandingan. Dia akan melakukan itu dan mengkomandani timnya dengan caranya mengatur permainan.” sebut Simeone selasa lalu pada sebuah konferensi pers. “Tentu saja tendangan bebas dan tendangan sudut mereka berbahaya, tetapi tentu saja mereka memiki banyak senjata. Bek sayap mereka juga sangat berbahaya.”

Seperti yang kita tau, Atletico memiliki banyak nama besar seperti Antoine Griezmann dan Diego Costa, belum lagi Fernando Torres dan Kevin Gameiro di bangku cadangan, Marseille tidak punya striker kelas atas yang berstatus bintang besar. Kebanyakan gol Marseille berasal dari sayap mereka Florian Thauvin (26 gol pada semua kompetisi), sementara sisanya berasal dari pemain lainnya.

Pelatih Marseille Rudi Garcia memuji Atletico sebagai tim yang memiliki pertahan terbaik di spanyol, dan ia menggantungkan harapan untuk menembus pertahanan tersebut pada Payet. Menurutnya Payet tau apa yang harus dilakukan pada pertandingan final nanti.

“Seperti layaknya tipe pertahanan yang mengandalkan permainan rapat di belakang, kami harus bisa memainkan bola dengan cepat pada area yang sempit. Tapi saya kira kami memiliki kualitas penyerangan yang cukup untuk melakukannya.” kata pemain nasional Perancis itu. “kami harus melakukan semuanya dengan sangat efisen karena tim seperti itu tidak akan memberikan banyak peluang. Kami yang harus berusaha untuk mencipatakannya dan memanfaatkannya sebaik mungkin.”

Atletico memang sedikit diunggulkan pada pertandingan final nanti, salah satunya karena pengalaman bermain di ajang yang besar. Atletico berhasil memenangkan piala eropa pada tahun 2010 dan 2012, tapi kalah pada final piala champions oleh Real Madrid ditahun 2014 dan 2016. Sementara Marseille adalah satu satunya tim dari liga perancis yang pernah memenangkan Liga Champions di tahun 1993, walau setelah itu dua kali gagal di dua kali final Liga Europa.

Salah satu yang bisa dikatakan sedikit keuntungan bagi Marseille adalah bahwa mereka berjarak lebih dekat ke kota tujuan tempat diselenggarakannya partai final nanti, ditambah dengan sekitar 15.000 fansnya yang diperkirakan akan mendukung disana nantinya.

“Saya ingin para pemain Atletico bisa bermain dengan tenang. Nantinya saat pertandingan berlangsung, emosi akan meningkat dengan sendirinya.” kata Simeone. “Pengalaman kemenangan dan kekalahan di masa lalu akan banyak membantu kami, kami akan berupaya untuk mempertahankan gaya permainan kami dan memcoba mengarahkan pertandingan ke arah yang kami mau. Bisa dikatakan tim kami memiliki beberapa kemiripan dengan Marseille, jadi pentandingan nantinya akan sengit dan penuh tekanan. Kedua tim bermain secara pragmatis dan memiliki eksekusi bola mati yang sangat bagus.”

Simeone dikenal sebagai pelatih yang memiliki kedekatan tersendiri dengan para pemainnya, tetapi untuk final kali ini dia tidak akan bisa mendampingi timnya secara langsung di lapangan.

Simeone terkena larangan untuk berada di sisi lapangan oleh UEFA setelah beberapa waktu yang lalu pada leg pertama semfinal melawan Arsenal, ia diusir keluar lapangan karena dianggap menghina ofisial pertandingan.

Akan tetapi Simeone memiliki kepercayaan penuh pada asistennya German Burgos, dan menganggap rekan senegaranya itu akan dapat menangani hal di lapangan nantinya dengan baik. Bahkan ia berkata pengertian mereka satu sama lain sudah seperti telepati saja.

“Saya sangat dekat dengan German. Kami mengenal satu sama lain hampir sepanjang hidup kami, dan kami memiliki visi yang sama terkait sepakbola.” kata Simeone. “Apa yang ia pikirkan soal pertandingan hampir pasti juga aku pikirkan disaat yang sama. Saya memilki kepercayaan penuh kepadanya.”

Walau tanpa pelatih mereka, tentunya pemain Atletico akan mengerahkan segala yang mereka punya demi mendapatkan gelar juara di piala eropa. Menarik kita tunggu bagaimana serunya pertandingan final Liga Europa antara Marseille dengan Atletico. Apakah tim dari spanyol akan menjadi juaranya, atau malah tim dari perancis yang akan merayakan gelar juara yang begitu mereka idamkan di negara mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top