skip to Main Content
Arsenal Inginkan Trofi Liga Europa Sebagai Kado Perpisahan Untuk Wenger

Arsenal Inginkan Trofi Liga Europa sebagai Kado Perpisahan untuk Wenger

Pengumuman mundurnya Arsene Wenger di akhir musim nanti jadi motivasi tambahan untuk Arsenal. The Gunners ingin memberi kado perpisahan terbaik untuknya.

Wenger mengumumkan akan mundur di akhir musim ini, mengakhiri perjalanan 22 tahunnya bersama Arsenal. Kontraknya sendiri sedianya habis pada musim akhir musim depan.

Dalam beberapa musim terakhir, Wenger memang sudah berada di bawah sorotan dan kritik fans. Kegagalan finis di empat besar musim lalu, yang kemungkinan besar terulang di musim ini, jadi salah satu faktor utamanya.

Namun bagi pemain, kepergian Wenger tentu saja membuat atmosfer ruang ganti terasa lebih emosional. Setelah perjalanan musim yang naik turun, kini ada motivasi ekstra untuk mencoba menuntaskannya sebaik mungkin.

Arsenal punya satu kesempatan tersisa untuk menyelamatkan musim dan memberikan kado perpisahan untuk Wenger, yakni di Liga Europa. Anak-anak London utara itu saat ini ada di semifinal dan akan berhadapan dengan Atletico Madrid.

Leg pertama akan digelar di Emirates Stadium, Jumat (27/4/2018) dinihari WIB nanti. Memenangi trofi kejuaraan ini akan jadi sebuah persembahan terbaik untuk Wenger.

“Merupakan sebuah motivasi besar, untuk menepikan sisi emosional dan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk melaju dan memenangi trofi untuknya. Musim depan akan terasa aneh ketika dia tak lagi di sini, tapi sekarang dia masih ada dan kami harus menuntaskan musim sebagus mungkin,” kata Ramsey dikutip Sky Sports.

“Anda sudah melihat jumlah fans yang muncul pada Minggu kemarin dan keriuhan yang mereka buat ketika mereka benar-benar di belakang tim. Semoga mereka bisa memberinya pelepasan yang layak dia dapatkan.”

“Kami semua semacam sudah tahu bahwa suatu hari dia akan mundur, dan hari itu telah tiba dan itu jadi kejutan amat besar untuk tim. Tapi kami harus menaruh emosi itu di belakang kami dan menggunakannya sebagai motivasi untuk menyelesaikan musim dengan baik.”

“Semoga kami bisa mengangkat sesuatu untuknya dan membiarkan emosi datang setelah itu, ketika musim berakhir. Lalu kami akan berjalan lagi dari sana,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top