skip to Main Content
Akibat Kasus Rasisme Suporternya, Inter Milan Dihukum Dua Laga Tanpa Suporter

Akibat Kasus Rasisme Suporternya, Inter Milan Dihukum Dua Laga Tanpa Suporter

Federasi Sepakbola Liga Italia (FIGC) memberikan sanksi berupa dua pertandingan kandang tanpa supoter kepada Inter Milan akibat insiden rasisme pada pertandingan melawan Napoli. Oknum suporter Nerazzurri terbukti melakukan ejekan rasialis terhadap bek Napoli, Kalidou Koulibaly.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menjatuhkan sanksi tersebut lewat Komite Disiplinnya. Selain hukuman dua laga kandang tersebut, FIGC juga menghukum Curva Nord ditutup untuk satu laga ekstra yaitu saat melawan Sampdoria. Curva Nord atau tribune utara merupakan tempat ultras Inter berada, di mana pada insiden kemarin banyak nyanyian melecehkan datang dari sini.

Koulibaly sendiri tak merampungkan laga di Stadion Guiseppe Meazza. Ia mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-80 usai bertepuk tangan ke arah wasit Paolo Mazzoleni. Namun, hal itu merupakan tindakan berantai setelah Koulibaly terus menerus mendapat ejekan dari oknum suporter Inter Milan. Kejadian tersebut diperkuat pernyataan dari pelatih Napoli, Carlo Ancelotti.

Ancelotti mengungkapkan kalau staf ofisial timnya telah meminta laga untuk dihentikan sebanyak tiga kali karena ejekan dari oknum suporter Inter Milan. Ia pun mengancam akan meninggalkan lapangan bersama anak asuhnya jika kejadian tersebut terulang.

Koulibaly pun angkat bicara kepada reporter mengenai hal tersebut usai pertandingan.

“Saya kecewa dengan kekalahan Napoli. Saya salah karena meninggalkan rekan-rekan saya akibat tindakan yang bodoh,” ujar Koulibaly.

“Namun, saya ingin mengatakan kalau saya bangga dengan warna kulit saya. Saya adalah orang Prancis, Senegal dan Napoli. Saya adalah manusia,” ungkap Koulibaly.

Selain karena insiden rasisme yang menimpa bek andalan Napoli, kejadian di luar lapangan juga menjadi alasan mengapa pihak Federasi Sepakbol Italia (FIGC) menghukum tim asuhan Luciano Spalletti tersebut. Seperti yang dikabarkan Football Italia, satu pendukung Inter dinyatakan meninggal dunia usia tertabrak mobil yang diduga adalah miliki fans Napoli.

Empat suporter Napoli juga dikabarkan mengalami luka penusukan yang terjadi di sekitaran Stadion Giuseppe Meazza. Banyaknya kejadian yang tak menyenangkan itu lantas membuat Presiden FIGC, Gabriele Gavriana, geram. Ia mengatakan bahwa sepakbola tak mentolerir adanya kekerasan yang terjadi terhadap pemain maupun para pendukung, baik itu secara lisan atau pun fisik. Karenanya FIGC mengambil langkah keras untuk menghukum Inter.

“Sepakbola adalah warisan yang mana memiliki pendukung-pendukung sejati dan karenanya itu harus terus dipertahankan dari semua hal yang dapat menciptakan ketegangan. Kami sangat mengutuk semua bentuk kekerasan fisik dan verbal. Kami tidak mentolerir perilaku seperti itu karena dapat merusak dunia sepakbola,” ungkap Gavriana kepada reporter.

Akibat hukuman ini, Inter Milan akan bermain tanpa dukungan suporter di Giuseppe Meazza ketika berhadapan dengan Benevento dan Sassuolo. Sementara curva nord bakal kosong hingga laga Inter Milan vs Bologna.

Leave a Reply

Back To Top